Pages

Rabu, 09 Mei 2012

teruntuk tanggal 4


"perlahan bungkusan itu kubuka
menyemruak suatu hal yang sama sekali tak ku bayangkan sebelum nya
sebuah kata yang amat aku hindari saat ini tertulis jelas di atas nya
jemari ku gemetar, sepersekian detik berikutnya dentuman benda menyetubuhi lantai terdengar
jiwa ku hilang dari cangkang nya..."




"nanti tanggal 4 tukeran kado yuk, 2 tahunan kita :)" ucap gadis itu berkali-kali di setiap obrolan mereka, seolah mengingatkan bahwa tanggal tersebut adalah hari bersejarah yang layak di peringati seperti hari besar lainnya.
Segurat senyum yang mengembang dan mata yang berbinar menghiasi wajahnya setiap membayangkan tanggal 4. Bahkan setiap hari hampir ia habiskan untuk menghitung seberapa dekatkan jarak antara ia dan tanggal 4.

Mungkin bagi orang lain tanggal 4 bukan lah sesuatu yang istimewa, tapi tidak demikian baginya. Tanggal 4 adalah saat yang paling ia tunggu selain tanggal kelahirannya, atau bahkan lebih. Pada saat itu semuanya berubah, banyak hal yang telah mengubah dirinya, terlalu banyak memori yang membuatnya mengganggap tanggal 4 terlalu berarti baginya.

Jauh sebelum tanggal 4 semua hal telah ia rencanakan dan persiapkan serapi mungkin, banyak  waktu ia korbankan untuk mempersiapkan sesuatu  yang akan dia persembahkan pada hari itu. Ia tidak mau hari yang berharga itu menjadi rusak. Bahkan di sela-sela perkuliahan pun ia masih mengerjakan ‘hadiah’ yang nantinya akan ia berikan. ‘ini harus sempurna’ begitulah batinnya. Ia memperlakukan orang yang telah ia sayangi bahkan lebih baik dari pada ia memperlakukan dirinya sendiri, kesehatannya ia acuhkan, waktu tidurnya tidak ia perdulikan, bahkan saat hangout dengan teman-temannya ia gunakan untuk mempersiapkan ‘hadiah’nya.

H-1, 3 mei 2012.
Pratikum histologi mungkin adalah pratikum favoritnya, namun tidak untuk kali  ini. Wajah gelisah yang terus memandangi jam terpancar jelas pada nya. Ia seakan di buru waktu. Jarak tempuh kampus yang terletak berlainan kota dengan tempat ia tinggal akan memangkas stok waktu nya yang kian menipis.
Hingga akhirnya tepat ketika ia sampai di rumah, tanpa membuka apapun ia langsung berlari mengambil  hadiah-hadiahnya yang belum sempat ia kemas dengan bungkusan kado. Syukurlah semua hadiah yang telah ia persiapkan bisa ia berikan, kecuali sketch book yang telah susah payah ia lukis dengan mengingat semua benda-benda berharga dari awal perjumpaan mereka hingga saat ini mereka berada dan tak lupa pula cerita-cerita indah yang telah ia selipkan di setiap lembar lukisan itu. Sungguh di sayangkan sketch book yang telah menyita banyak waktunya tak  bisa ia  berikan. Setengah dari nya masih belum berwarna dan ia tidak berani memberikannya. Ia hanya membatin bahwa halaman ‘buku cerita mereka’ itu akan ia berikan di tanggal 4 pada tahun ketiga.

Jarum jam terus berdetak, peluh pun mengucur mengikuti detakan sang waktu. Jantungnya berdebar, kecemasan bahwa hadiah tersebut tidak bisa terkirim tepat waktu terus menghantui. Ia pacu tagannya untuk terus bekerja secepat mungkin. Tepat saat semuanya selesai, ia berlari menuju kereta beroda dua, hanya itu lah satu-satunya cara tercepat untuk berlomba dengan waktu. Kayuhan demi kayuhan kian cepat ia lakukan, 30 menit waktu tercepat yang bisa ia tempuh untuk mencapai tempat pengiriman. Beruntung ia sampai sesaat sebelum barang-barang akan di angkut ke truck pengangkutan dan di bawa ke bandara. Dan yang lebih beruntungnya lagi, hanya luka gores yang membekas padanya saat sebuah mobil menyerempet sepeda butut itu dengan angkuh.

4 mei 2012
Seharusnya hari itu menjadi hari yang paling menyenangkan baginya. Namun ternyata ia salah, pertengkaran yang entah dari mana tonggaknya menghancurkan hari besarnya. Dunia nya runtuh, separuh nyawanya hilang dari raga pada hari itu. Ia tak lebih dari ibu yang mengandung dengan sangat bahagia menunggu kelahiran anaknya lalu gugur begitu saja.
4 mei 2012, sore hari…
Tak ada pak pos yang mengetuk pintu rumahnya meski ia telah duduk di muka pintu sepanjang hari.

9 mei 2012
Dalam tidur yang tidak nyenyak ku, sayup-sayup ku dengar nenek memanggil bahwa ada paket untuk ku. Aku yang sedari kemarin tidak tidur dan baru mengistirahatkan setengah jam mata ku meloncat dari tempar tidur dan berlari ke muara pintu gerbang. Benar saja, ku lihat ada pak pos disana membawakan ku paket. Paket yang sudah dari lama aku tunggu, bahkan jauh sebelum tanggal 4 itu ada.

Aku tersenyum dengan sangat bahagianya ketika menerima paket itu. Bermacam-macam hal bermunculan di kepala ku tentang isi paket itu. Rasa bahagia terus saja menyeruak membunuh kantuk yang aku sendiri tak bisa membunuhnya. Perlahan ku buka bungkusan coklat dari tempat pengirimannya. Kulihat bungkusan berwarna ungu muda di ikat dengan tali berwarna biru yang mempercantik tampilannya. Senyumku semakin mengembang, pipi ku merah merona ketika aku mengingat bahwa ia mengingat warna yang akhir-akhir ini menjadi warna kesukaanku.

Pikiran ku semakin menggila, rasa nya bahagia ku terus membuncah dan menerbangkan ku hingga ke awang-awang. Aku tak mengijak lantai! Itu pikir ku. berkali-kali bungkusan ungu muda itu ku fotoi dari berbagai sisi. entah telah berapa puluh jumlah foto yang kini tersimpan di memori hp hanya untuk memuat gambar bungkusan ungu tersebut.

Perlahan tapi pasti kubuka bungkusan ungu itu dengan sangat hati-hati. Aku tak ingin merobek bungkusannya sedikit pun, ya.. sedkit pun. Tepat saat bungkusan itu terbuka dan isi nya menyembul ke luar, jiwa ku hilang entah kemana. Tatapan ku kosong, tangan ku gemetar, dan suara dentuman buku yang jatuh bun berbarengan dengan aku yang terduduk lemas di lantai. Aku kuatkan diri, kubolak balik buku yang bertuliskan TAROT  itu. Ya TAROT sebuah benda yang ingin aku jauhkan dari diri ini sebisa mungkin. Aku hanya mulai merasa kacau kembali ketika menyentuhnya, entah energy ku seperti terserap dan pikiran ku teracuni. Bahkan benda itu bersama buku-buku tarot yang aku punyai terbungkus hitam  dan hanya tergeletak tak berdaya di sudut ruangan. Tak hanya itu, aku juga menguncang-guncangkan buku tersebut dan berharap sesuatu jatuh dari nya. Tapi ternyata nihil.

Akal ku tak hanya stop sampai di situ, kembali ku ambil bungkusan berwarna ungu tadi. Ku guncang-guncangkan bungkusan kosong itu dengan berharap bahawa selembar kertas bertulisan tangan akan jatuh dari nya. Tapi ternyata sama saja, percuma aku menipu akal ku sendiri. Hal yang paling aku cari-cari tak ada. Secarik kertas bertuliskan tulisan tangan berisi ucapan dan harapan tak ku temui disana dan kali ini pada saat ini tidak seperti hadiah-hadiah yang pernah ia berikan yang selalu terdapat kertas itu serta hadiah-hadiah kecil berupa handmade buatannnya.

Entah aku hanya mengada-ngada atau mungkin hanya ilusi ku belaka, semoga  ini salah. Aku hanya berfikir bahwa ia menyiapkan hadiah tersebut tepat pada tanggal 4 atau lebih bukan pada sebelumnya. Karena jika jauh dari tanggal sebelumnya, ia pasti menyelipkan surat kecil ataupun origami yang biasanya selalu ia buatkan untuk ku di setiap kado yang  ia berikan.
Ya… semoga perkiraanku ini salah besar.

Aku tertunduk lesu, ku peluk lutut ku, nafasku tak teratur, dada ku sesak dan tangis ku membuncah. Yang ku tunggu tak kunjung datang…




hadiah kecil pada tanggal 4,
Bukan sebagus atau semahal apa isi dari hadiah tersebut. Tapi esensi dari pemberian hadiah itu terhadap “KITA”. Terhadap apa yang kita lalui bersama-sama, terhadap keinginan kita untuk kedepannya, terhadap apa arti dan seberapa penting orang yang di berikan hadiah tersebut.
Tidak perlu hadiah yang besar, mewah, atau apalah… bahkan cukup potongan-potongan kertas yang menyatakan betapa bersyukurnya dengan semua yang di punya, betapa bahagia nya dengan apa yang telah di lalui dan betapa BEHARGAnya sesuatu itu untuk kita.
Hadiah kecil ini, hanya sebagai ungkapan atau pun symbol bagaimana kita memaknai kebersamaan yang telah kita lalui bersama-sama sedari pertama kali kita memulainya hingga hari ini…
Bukan isi yang di lihat dari semua nya.. tapi makna dan esensi nya…


hingga akhirnya jiwa ku bertanya...
apa arti 'aku' dan 'keberadaan ku sesungguh nya di mata mu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

di mohon comment nya >.< pasti isuta baca dan moderasi :) makasih banget lho :D